Arif Norkim Minta Program Kampung Iklim Palangka Raya Dijalankan Optimal

oleh
oleh
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim,
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim,

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Dukungan terhadap Program Kampung Iklim (Proklim) tidak hanya berhenti pada aspek sosialisasi, tetapi juga diarahkan pada penguatan kualitas pelaksanaan di lapangan. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim, menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan, serta dukungan anggaran agar program tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, Program Kampung Iklim yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan lingkungan. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan kualitas implementasi yang optimal, bukan sekadar perluasan wilayah program.

“Yang terpenting bukan hanya kuantitas, tetapi bagaimana program ini bisa berjalan efektif dan berkelanjutan. Pendampingan dan evaluasi harus rutin dilakukan,” ujar Arif, Senin (27/4).

Arif menilai, tanpa pengawasan dan pembinaan yang konsisten, berbagai kegiatan dalam Proklim berisiko tidak berjalan maksimal. Padahal, program ini mencakup berbagai aksi nyata seperti pengelolaan sampah berbasis masyarakat, penghijauan, hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga:  DPRD Palangka Raya Dorong Belanja Daerah Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Lebih lanjut, Arif menekankan, pentingnya dukungan anggaran yang memadai untuk memastikan seluruh kegiatan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. “Dukungan anggaran harus diperkuat agar kegiatan Proklim, mulai dari pengelolaan sampah hingga pencegahan karhutla, bisa berjalan maksimal di masyarakat,” tegasnya.

Selain faktor anggaran, ia menyoroti, pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan Proklim tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif DPRD, dunia usaha, serta masyarakat hingga tingkat RT dan RW.

“Kalau semua pihak terlibat aktif, saya yakin target peningkatan kualitas Proklim hingga ke kategori lestari bisa tercapai,” katanya.

Dengan pendekatan yang lebih terarah pada kualitas, evaluasi, serta sinergi antar pihak, Program Kampung Iklim diharapkan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi mampu menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Kota Palangka Raya. (ham/ko)