Ajak Jaga Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama di Bumi Tambun

oleh

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran SIKom melalui Plt Sekda Kalteng Ir Leonard S Ampung MM MT mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional operasi ketupat telabang 2026 di Palangka Raya, Kamis (5/2).

“Beberapa minggu kedepan kita akan menyambut hari besar umat islam yaitu Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Idul Fitri bukan sekadar rutinitas ibadah melainkan momentum pergerakan masyarakat, baik mudik maupun kunjungan ke tempat wisata di wilayah hukum Polda Kalteng, “katanya saat itu.

Momentum mudik tahun 2026 ini diprediksi akan mengalami Penurunan 1,75 persen jika dibandingkan pergerakan masyarakat di tahun 2025 yg lalu. Namun demikian dirinya minta untuk tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan pergerakan penumpang dimasa Mudik.

Leonard juga menekankan beberapa poin strategis yang harus menjadi perhatian antara lain Kesiapan Infrastruktur Jalan. Terkait infrastruktur maka diinstruksikan kepada Dinas PUPR bersinergi dengan BPJN dan instansi terkait untuk memastikan jalur-jalur utama mudik, termasuk jalan lingkar dan titik rawan, dalam kondisi layak dan aman dilalui.

Baca Juga:  Pemprov Kalteng Tanggung Iuran BPJS 650 Ribu Warga Miskin

Sektor Keamanan dan Ketertiban Melalui sinergi dengan TNI/Polri dalam Operasi Ketupat Telabang 2026, harus menjamin keamanan di titik-titik keramaian, terminal, pelabuhan, dan bandara.

Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM dengan Pantau terus stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di pasar serta stok Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu tersedia agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa terkendala.

Pelayanan Kesehatan dengan Siagakan posko kesehatan dan fasilitas medis 24 jam di sepanjang jalur mudik guna mengantisipasi kondisi darurat.

“Semangat Huma Betang: Mari kita jaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Tambun Bungai ini, sehingga suasana mudik tetap kondusif dan penuh keberkahan, “ tegas Leo lagi.

Kesuksesan penyelenggaraan mudik ini sangat bergantung pada Sinergi dan Kolaborasi semua pihak. Jangan ada ego sektoral.

Pastikan setiap masyarakat yang pulang kekampung halaman merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik. (hms/nue/ko)