Pemkab Barsel Terus Tekan Laju Inflasi

oleh
oleh
MENINJAU: Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian Dr Inti Pertiwi Nashwari bersama Pj Bupati Barsel Lisda Arryana saat meninjau penjualan bahan pokok pangan di Plaza Beringin Buntok, beberapa waktu lalu.

“Kita akan terus melakukan beberapa langkah antisipatif untuk menekan laju inflasi di Kabupaten Barito Selatan”

Lisda Arriyana Pj Bupati Barito Selatan

BUNTOK–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan terus melakukan langkah-langkah dalam upaya menekan laju inflasi di daerah itu. Diantaranya mengaktifkan satuan tugas (satgas) pangan.

“Kita akan terus melakukan beberapa langkah antisipatif untuk menekan laju infl asi di Kabupaten Barito Selatan,” kata Lisda Arriyana, akhir pekan lalu.

Beberapa langkah tersebut, menurut Lisda, diantaranya yaitu mengaktifkan satgas pangan dengan memantau harga dan ketersedian beberapa komoditas serta melakukan gerakan penghematan energi dan gerakan tanam pangan cepat panen.

Pj bupati menyampaikan, khusus terkait gerakan tanam pangan cepat ini, pihaknya telah melaksanakan penanaman cabai serentak pada 6 September 2022 lalu dan penanaman bawang merah pada 13 Oktober 2022. “Untuk bawang merah telah dilakukan panen bersama pada 13 Desember 2022 lalu,” ungkapnya.

Sementara untuk penanaman cabai dilakukan oleh petani kurang lebih seluar 32,02 hektared dengan luas panen mencapai 30,5 hektare serta total produksi sebesar 566,7 kwintal yang tersebar di beberapa kecamatan se-Barsel.

Baca Juga:  Kontingen Barsel Siap Tampil di FBIM 2026, Usung Semangat Budaya Daerah

Hal ini dilakukan karena berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, beberapa komoditas yang selalu mengalami defisit di Kalteng antara lain cabai merah, cabai rawit dan bawang merah.

Komoditas tersebut secara histori juga selalu menjadi penyumbang inflasi, terutama jelang hari besar keagamaan. “Namun ternyata Barsel bisa menjamin ketersediaan cabai selama bulan Ramadan, bahkan setelah hari raya Idulfi tri. Dengan demikian kita dapat menekan harga cabai yang cenderung naik,” akuinya.

Tak hanya itu, menurut Lisda, juga harga komoditas lainnya seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, bawang merah dan bawang putih serta daging ayam, meski ada kenaikan, namun tidak signifikan.

Menurutnya, panen cabai di Desa Pamangka merupakan gerakan tanam pangan cepat panen juga dalam rangka upaya menekan laju inflasi, sehingga diharapkan dapat mewujudkan ketersediaan komoditas penyumbang inflasi.

“Saya juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta bantuan benih cabai yang telah diberikan Kementerian Pertanian (Kementan) RI sebanyak 180 bungkus pada bulan Desember tahun 2022 yang lalu,” ucapnya. (ner/ens/ko)